Perkenalkan, nama saya Hermawan Dony Prasetyo, tapi untuk lebih nyaman dan lebih akrab, bisa panggil saya "Mas Wawan"
Saya seorang pria berusia 43 tahun, tinggal di Cikarang Barat, Bekasi. Saat ini saya bekerja sebagai Karyawan di Kawasan MM2100, posisi IT Supervisor dan juga "ber-wirausaha" sebagai Freelance Programmer.
Saya memiliki 4 anak, yang sulung saat ini SMK kelas 1, dan yang bungsu masih duduk di kelas 4 SD. Kami juga punya anak istimewa yang Allah titipkan dengan penuh kasih..
Saya telah menikah dengan istri saya, Mbak Dwi, sejak tahun 2009. Tapi kisah kami dimulai jauh sebelum itu — sejak 1997. Separuh hidup saya dihabiskan bersamanya. Ia wanita yang sangat solehah, penyabar, penuh cinta, dan wanita luar biasa.
Rumah tangga kami damai dan bahagia. Istri saya tahu niat saya mencari pendamping kedua. Ini bukan karena kekurangan, tapi karena ada satu ruang hati yang belum terisi.
Ya... saya punya dua ruang di hati.
Satu telah terisi penuh oleh Mbak Dwi.
Satu lagi... masih kosong, dan itu yang sedang saya cari.
Qadarallah.. Saya sedang melunasi hutang riba, insyaAllah dengan target 1–2 tahun lunas, dari awalnya tempo selama 10 tahun.
Sebenarnya Istri saya berharap pernikahan kedua dilakukan setelah hutang lunas. Tapi saya yakin — dengan adanya projek freelance — nafkah Pos 2 dan pelunasan hutang bisa berjalan beriringan.
Karena saya merasa ada ruang kosong... yang menyiksa.
Saya ingin seseorang mengisi ruang itu — dengan cinta halal, sakinah, dan penuh makna.
Saya berharap bertemu janda yang ditinggal wafat dan mengasuh anak yatim. Tapi jika Allah takdirkan janda cerai pun, saya siap menerima. Ga Ada Masalah..
Jika kamu membaca ini dan merasa hatimu tergerak...
Mungkin ini bukan kebetulan.
Mungkin ini adalah takdir yang Allah kirim lewat form sederhana ini.
Silakan isi dengan jujur dan niat suci. Karena ini bukan soal sempurna atau tidak...
Tapi soal kesiapan untuk saling mencintai — dalam jalan yang halal dan penuh berkah.
Setelah kamu menjawab "Ya, Aku Bersedia", saya akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk saling mengenal lebih dekat.
Jika terasa cocok, insyaa Allah saya akan mengajakmu masuk ke grup WhatsApp kecil — bersama saya dan istri, Mbak Dwi.
Kita bertiga… tanpa kholwat, tanpa komunikasi berduaan. Semua tetap dalam adab dan syariat.
Semoga langkah kecil ini… jadi awal dari kisah baik yang Allah ridhoi.
Dan kalau memang kamu jodohku, semoga dimudahkan jalannya.
Bismillah...